بسم الله الرحمن الحيم
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
•Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar
•Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
•Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan
•Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan
•Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar
Adapun isi kandungan pokok dalam surat al-qadar ini mencakup 3 hal yakni: Waktu diturunkannya kitab suci al-Quran, Lailatul Qadar (malam yang dipenuhi kemuliaan dan lebih baik dari 1000 bulan) Dan turunnya malaikat ke bumi atas izin dari Allah SWT.
Ada pula hadits-hadits yang menjelaskan tentang terjadinya malam Lailatul Qadar, salah satunya adalah hadits Dari shahabat mu’awiyah bin Abi Sufyan yang di riwayatkan oleh imam abu Dawud :
وَعَنْ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا, عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ: ( لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَالرَّاجِحُ وَقْفُهُ. وَقَدْ اِخْتُلِفَ فِي تَعْيِينِهَا عَلَى أَرْبَعِينَ قَوْلًا أَوْرَدْتُهَا فِي فَتْحِ اَلْبَارِي
Dari mu'awiyah bin Abi Sufyan RA, Nabi Muhammad SAW bersada : Lailatur qadar ( Malam seribu bulan ) terletak pada malam 27 (bulan ramadhan). ( HR. abu daud) dan ada 40 pendapat yang berselisih tentang penetapannya yang saya paparkan dalam kitab Fathul Bari.
Menurut hadits ini malam Lailatul Qadar bertepatan dengan malam tanggal 27 ramadhan. Dan memang sebagian besar ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar itu terjadi pada malam tanggal 27.
Ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada 7 malam terakhir (bulan ramadhan)
وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا: ( أَنَّ رِجَالاً مِنْ أَصْحَابِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أُرُوا لَيْلَةَ اَلْقَدْرِ فِي اَلْمَنَامِ, فِي اَلسَّبْعِ اَلْأَوَاخِرِ, فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي اَلسَّبْعِ اَلْأَوَاخِرِ, فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي اَلسَّبْعِ اَلْأَوَاخِرِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
Hadits-hadits di atas memang tidak menyebutkan secara pasti kapan terjadinya malam Lailatul Qadar, tapi sedikit banyak kita harus tahu kapan perkiraan terjadinya malam Lailatul Qadar. Agar supaya menjadi ikhtiar bagi kita, ibadah di waktu-waktu tersebut.
Jika pada suatu malam kita berjumpa dengan malam Lailatul Qadar, maka kita di anjurkan untuk membaca sebuah do'a yang di ajarkan oleh Rasulullah kepada sayyidah Aisyah dalam suatu riwayat:
وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( قُلْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ : أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا? قَالَ: قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي " ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, غَيْرَ أَبِي دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَالْحَاكِمُ

Tidak ada komentar:
Posting Komentar