Kamis, 28 Mei 2020

FORMULIR PSB/PPDB ONLINE MAMBAUL MA'ARIF


PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU 2020/2021

YPSI MAMBAUL MA'ARIF
montor-banyuates-sampang

u n i t  p e n d i d i k a n :

Formal
- Raudhatul Athfal
- Madrasah Ibtidaiyah
- Madrasah Tsanawiyah
- Madrasah Aliyah

Non formal
- Madrasah Diniyah
- Pondok Pesantren

P r o g r a m :

- IPA
- IPS
- Agama
- Tahfidhul Quran

E k s t r a k u r i k u l e r :

- Hadrah Al-Bannjari
- Marching Band
- Paduan suara
- Multimedia
- Fun English Club
- Qosidah Modern
- Pramuka
- Palang Merah Remaja
- Pencak Silat Pagar Nusa

Yuk Segera Daftar disini
klik :
⬇️
http://mambaulmaarif-banyuates.sch.id

pendaftaran mulai tanggal 1 mei - 30 juni 2020

GRATIS BIAYA SPP

Berotak London Berhati Masjidil Haram

Sabtu, 09 Mei 2020

PUISI: SENDANDUNG RINDU PADA SANG HIJAU OLEH SONIA NUR AINI


Rinduku
 
  Semburat rindu menyapa syahdu
Seolah semua hadir mendekap tubuh
Menelan pahit tak kunjung temu

 Kupu-kupu taklagi terbang melintas taman
Ketika tawa tak lagi canda,
Hanya doa terpanjat masa

  Akankah semua berakhir secepatnya?
Kurindu nuansa hijau nan damai
Bunga-bunga berjejer rapi bak taman syahdu.
Kini hanyalah angan yang mengkelabu

  Lantunan cinta yg mulai samar di telinga, ketika rindu ini menusuk kalbu
Menikam pilu menghapus kisahku

Bidadari-bidadari cantik kini hanya dapat kutatap lewat maya
Menetes sendu membuka rindu
 Sholawat, didikanmu, amarahmu, seolah kini menjadi candu..

  Sapa hangat malaikat tak bersayap selalu terngiang di fikirku
Teringat ia memangku beban dengan senyum tiada ragu

 Kisah rindu ini di cipta dari kesadaran
Diabadikan lewat sejarah
Diharap pergi menutup kisah

  Ku rindu nuansa hijauku
Lantunan syahdu dalam hariku
Cerianya kupu-kupu juga sapaan hangat
Semoga cepat berakhir rinduku
Jiwa tersiksa menggebu gebu

Penulis: Sonia Nur Aini

Jumat, 08 Mei 2020

PREDIKSI MALAM LAILATUL QADAR MENURUT IMAM AL-GHAZALI

Di dalam bulan Ramadhan terdapat sebuah malam yang di sebut dengan Lailatul Qadar atau malam kemuliaan, yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang beribadah, tepat pada malam Lailatul Qadar, maka pahalanya sama seperti orang yang beribadah selama kurang lebih 83 tahun (1000 bulan), Karna saking istimewanya malam ini.
Tidak ada seorang pun yang tahu pasti kapan datangnya malam Lailatul Qadar, kecuali Allah SWT.
Dalam sebuah hadits Rasulullah mengisyaratkan mengenai Lailatul Qadar. "Carilah Lailatul Qadar itu pada malam-malam ganjil di sepuluh terakhir Bulan Ramadan" (HR. Bukhori).
Hadis di atas mengisyaratkan bahwa Lailatul Qadar itu datang pada malam ganjil di sepuluh terakhir Ramadan. Bisa saja Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29.
Dalam hal ini, para ulama berbeda pendapat tentang prediksi malam Lailatul Qadar. 
Berikut pendapat imam Al-Ghazali yang banyak di ikuti oleh umat Islam:


•keterangan
Di ambil dari kitab اعانة الطالبين Syarah فتح المعين  bab صوم  /puasa halaman 290 cetakan Beirut darul fikri.

Baca juga👉  https://osiskreatif96.blogspot.com/2020/05/ngaji-ramadhan-bersama-mas-rukiyati.html

Rabu, 06 Mei 2020

NGAJI RAMADHAN BERSAMA MAS RUKIYATI BUCHORI PART 2: MENGETAHUI MALAM LAILATUL QADAR

Lailatul Qadar (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ, malam ketetapan) adalah satu malam istimewa yang ada pada bulan ramadhan, yang dalam Al-Quran digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga di sebut sebagai malam diturunkannya Al Qur'an. Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai dalam surat al-qadr, surat ke-97:

بسم الله الرحمن الحيم
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya:
•Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar
•Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
•Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan
•Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan
•Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar

Adapun isi kandungan pokok dalam surat al-qadar ini mencakup 3 hal yakni: Waktu diturunkannya kitab suci al-Quran, Lailatul Qadar (malam yang dipenuhi kemuliaan dan lebih baik dari 1000 bulan) Dan turunnya malaikat ke bumi atas izin dari Allah SWT.

Ada pula hadits-hadits yang menjelaskan tentang terjadinya malam Lailatul Qadar, salah satunya adalah hadits Dari shahabat mu’awiyah bin Abi Sufyan yang di riwayatkan oleh imam abu Dawud :

وَعَنْ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا, عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ: ( لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ )  رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ, وَالرَّاجِحُ وَقْفُهُ. وَقَدْ اِخْتُلِفَ فِي تَعْيِينِهَا عَلَى أَرْبَعِينَ قَوْلًا أَوْرَدْتُهَا فِي فَتْحِ اَلْبَارِي

Dari mu'awiyah bin Abi Sufyan RA, Nabi Muhammad SAW bersada : Lailatur qadar ( Malam seribu bulan ) terletak pada malam 27 (bulan ramadhan). ( HR. abu daud) dan ada 40 pendapat yang berselisih tentang penetapannya yang saya paparkan dalam kitab Fathul Bari.
Menurut hadits ini malam Lailatul Qadar bertepatan dengan malam tanggal 27 ramadhan. Dan memang sebagian besar ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar itu terjadi pada malam tanggal 27.

Ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada 7 malam terakhir (bulan ramadhan)

وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا: ( أَنَّ رِجَالاً مِنْ أَصْحَابِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أُرُوا لَيْلَةَ اَلْقَدْرِ فِي اَلْمَنَامِ, فِي اَلسَّبْعِ اَلْأَوَاخِرِ, فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي اَلسَّبْعِ اَلْأَوَاخِرِ, فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي اَلسَّبْعِ اَلْأَوَاخِرِ )  مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa “beberapa orang dari shahabat Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melihat lailatul qadr dalam mimpinya di tujuh malam terakhir, maka Rasulallah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, Aku telah ditunjukkan kebenaran tentang mimpimu pada tujuh malam yang terakhir, maka barangsiapa ingin mencarinya hendaknya ia mencari pada tujuh malam terakhir.” (Muttafaq Alaih)

Hadits-hadits di atas memang tidak menyebutkan secara pasti kapan terjadinya malam Lailatul Qadar, tapi sedikit banyak kita harus tahu kapan perkiraan terjadinya malam Lailatul Qadar. Agar supaya menjadi ikhtiar bagi kita, ibadah di waktu-waktu tersebut.

Jika pada suatu malam kita berjumpa dengan malam Lailatul Qadar, maka kita di anjurkan untuk membaca sebuah do'a yang di ajarkan oleh Rasulullah kepada sayyidah Aisyah dalam suatu riwayat:

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( قُلْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ : أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ اَلْقَدْرِ, مَا أَقُولُ فِيهَا? قَالَ: قُولِي: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي " )  رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, غَيْرَ أَبِي دَاوُدَ, وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَالْحَاكِمُ 

Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa dia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana jika aku tahu suatu malam dari lailatul qadr, apa yang harus aku baca pada malam tersebut? Beliau bersabda: "bacalah (artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku)." (Riwayat Imam Lima selain Abu Dawud. Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Hakim).

Senin, 04 Mei 2020

NGAJI RAMADHAN BERSAMA MAS LUTFIYATI BUCHORI PART 1 : LATAR BELAKANG DI KARANGNYA KITAB AYYUHAL WALAD

Kami punya cara sendiri untuk mengisi waktu luang di bulan Ramadhan, salah satunya adalah ngaji kitab. Ngaji kitab di bulan Ramadhan merupakan rutinitas tahunan kami, untuk mengisi waktu libur sekolah. walaupun di bulan Ramadhan seperti ini tidak menyurutkan semangat para santri Mambaul Ma’arif untuk tetap mencari ilmu. Kitab yang kami kaji setiap tahunnya berbeda-beda mulai dari hadits, fiqih, tauhid dan lain sebagainya. Dan kebetulan tahun ini kita mengkaji 2 kitab sekaligus yaitu kitab bulughul marom dan ayyuhal walad karangan imam Al-Ghazali.
Berbicara tentang kitab ayyuhal walad, ternyata ada cerita menarik di balik di tulisnya (di karang) kitab ini. Dahulu ada seorang santri yang mengabdi dan khidmah kepada imam Al-Ghazali. Ia tekun belajar dan menuntut ilmu dari beliau sehingga menguasai daqo-iqul ulum, ilmu-ilmu yang mendetail yang tidak di ketahui oleh orang awam, dan memiliki kekuatan jiwa. Pada suatu hari santri Al-Ghazali ini merenung dan tafakkur akan keadaan dirinya dan menghawatirkan perilakunya. ia berkata: sesungguhnya aku membaca dari macam-macam ilmu dan aku menggunakan sebaik-baik umurku untuk mempelajari dan mengumpulkan nya (ilmu), dan sekarang aku mengetahui mana macam-macam ilmu yang akan menemaniku di kuburanku nanti dan mana macam-macam ilmu yang tidak bermanfaat untuk ku sehingga aku harus meninggalkannya. seperti sabda nabi SAW.
                                              اللهم اني اعوذبك من علم لاينفع

"Ya Allah Aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat"
Pemikiran ku ini tetap selalu ada hingga aku menulis risalah surat kepada imam Ghazali Karna meminta fatwa dari beliau dan saya bertanya tentang masalah-masalah nasehat dan do'a.
Ia berkata (isi risalah):  walaupun beberapa karangan syaikh (imam ghozali) seperti kitab ihya' dan lainnya yang didalamnya menjawab beberapa pertanyaan saya, tetapi maksud saya adalah syaikh menuliskan beberapa kebutuhan saya di beberapa lembaran yang mana lembaran tersebut akan bersama saya nantinya selama hidup saya, dan saya bisa mengamalkan (mengerjakan) apa yang ada dilembaran lembara tersebut (waroqot) selama hidup saya insya Allah.
Maka kemudian syaikh (imam ghozali) menulis tulisan ini (kitab) sebagai bentuk jawaban terhadap niat santrinya tadi. Lalu tulisan ini di beri nama (kitab) “ayyuhal walad”.

RAMADHAN IN CAMPUS YPSI MAMBA'UL MA'ARIF 2022

 [RAMADHAN IN CAMPUS 2022]     Pondok Ramadhan merupakan agenda tahunan kami sejak berdirinya madrasah Mambaul Ma'arif di tahun 1996, ka...