Senin, 04 Mei 2020

NGAJI RAMADHAN BERSAMA MAS LUTFIYATI BUCHORI PART 1 : LATAR BELAKANG DI KARANGNYA KITAB AYYUHAL WALAD

Kami punya cara sendiri untuk mengisi waktu luang di bulan Ramadhan, salah satunya adalah ngaji kitab. Ngaji kitab di bulan Ramadhan merupakan rutinitas tahunan kami, untuk mengisi waktu libur sekolah. walaupun di bulan Ramadhan seperti ini tidak menyurutkan semangat para santri Mambaul Ma’arif untuk tetap mencari ilmu. Kitab yang kami kaji setiap tahunnya berbeda-beda mulai dari hadits, fiqih, tauhid dan lain sebagainya. Dan kebetulan tahun ini kita mengkaji 2 kitab sekaligus yaitu kitab bulughul marom dan ayyuhal walad karangan imam Al-Ghazali.
Berbicara tentang kitab ayyuhal walad, ternyata ada cerita menarik di balik di tulisnya (di karang) kitab ini. Dahulu ada seorang santri yang mengabdi dan khidmah kepada imam Al-Ghazali. Ia tekun belajar dan menuntut ilmu dari beliau sehingga menguasai daqo-iqul ulum, ilmu-ilmu yang mendetail yang tidak di ketahui oleh orang awam, dan memiliki kekuatan jiwa. Pada suatu hari santri Al-Ghazali ini merenung dan tafakkur akan keadaan dirinya dan menghawatirkan perilakunya. ia berkata: sesungguhnya aku membaca dari macam-macam ilmu dan aku menggunakan sebaik-baik umurku untuk mempelajari dan mengumpulkan nya (ilmu), dan sekarang aku mengetahui mana macam-macam ilmu yang akan menemaniku di kuburanku nanti dan mana macam-macam ilmu yang tidak bermanfaat untuk ku sehingga aku harus meninggalkannya. seperti sabda nabi SAW.
                                              اللهم اني اعوذبك من علم لاينفع

"Ya Allah Aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat"
Pemikiran ku ini tetap selalu ada hingga aku menulis risalah surat kepada imam Ghazali Karna meminta fatwa dari beliau dan saya bertanya tentang masalah-masalah nasehat dan do'a.
Ia berkata (isi risalah):  walaupun beberapa karangan syaikh (imam ghozali) seperti kitab ihya' dan lainnya yang didalamnya menjawab beberapa pertanyaan saya, tetapi maksud saya adalah syaikh menuliskan beberapa kebutuhan saya di beberapa lembaran yang mana lembaran tersebut akan bersama saya nantinya selama hidup saya, dan saya bisa mengamalkan (mengerjakan) apa yang ada dilembaran lembara tersebut (waroqot) selama hidup saya insya Allah.
Maka kemudian syaikh (imam ghozali) menulis tulisan ini (kitab) sebagai bentuk jawaban terhadap niat santrinya tadi. Lalu tulisan ini di beri nama (kitab) “ayyuhal walad”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RAMADHAN IN CAMPUS YPSI MAMBA'UL MA'ARIF 2022

 [RAMADHAN IN CAMPUS 2022]     Pondok Ramadhan merupakan agenda tahunan kami sejak berdirinya madrasah Mambaul Ma'arif di tahun 1996, ka...