Selasa, 28 April 2020

PERINGATAN ISRA' DAN MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW

   Segenap santri Mambaul Ma’arif Menghadiri acara peringatan Isra' Mi'raj di Masjid jami’ syaikhona Kholil bin Abdul Latif pada, Sabtu (21/03). Acara ini diselenggarakan oleh keluarga besar YPSI MAMBAUL MA'ARIF.
Kegiatan Isra' Mi'raj ini diisi dengan tausiyah dari syaikh Sholih Al-Faqir yaman dan Gus Muhammad isma'el al-kholili sebagai penerjemah. Dalam materi cermahnya, beliau menceritakan sedikit tentang peristiwa isra mi’raj.
   Siapa sih yang tidak tahu tentang peristiwa mulia Isra dan Mi’raj ini? Hampir atau bahkan seluruh kaum Muslim tau tentang kejadian bersejarah ini.
Isra dan Mi’raj merupakan sebuah perjalanan di malam hari yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di kota Syam, kemudia dilanjutkan menuju ke langit tertinggi yakni Sidratul Muntaha untuk berjumpa dengan Allah SWT. Pada dasarnya Isra' dan mi'raj adalah dua peristiwa yang berbeda, namun terjadi dalam satu malam.  Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.
   Peristiwa nyata perjalanan kurang dari satu malam (Isra Miraj) ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Isra ayat 1 yang berbunyi:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya: “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa yang Kami berkahi sekelilingnya supaya Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda Keagungan Kami. Sesungguhnya, Dia adalah Maha Mendengar dan Maha Melihat”.

   Beliau juga menyampaikan, momentum Isra' Mi'raj dapat menjadi pemompa semangat ibadah bagi semua santri agar istiqomah dalam menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasul-Nya, terutama shalat. Beliau juga mengajak para santri agar meningkatkan keimanan, ketaqwaan dan hubungan sosial dalam menggapai ridho Allah SWT. Lebih-lebih saat pandemi seperti sekarang ini.
   Hal yang harus kita lakukan saat pandemi seperti ini adalah:

  • Pertama yaitu berikhtiar menghindarinya dengan memperhatikan hukum kausalitas Sunnatullah. Misalnya, kita harus mencuci tangan ketika akan makan atau minum atau baru datang dari bepergian.
  • Kedua, Setelah melakukan ikthtiar-ikhtiar yang ada, maka pada akhirnya semua kita serahkan kepada Allah. Kita tawakkalkan diri kita kepadaNya. Sebagaimana firman-nya:


فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya: "Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal" (Ali Imran (3): 159).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RAMADHAN IN CAMPUS YPSI MAMBA'UL MA'ARIF 2022

 [RAMADHAN IN CAMPUS 2022]     Pondok Ramadhan merupakan agenda tahunan kami sejak berdirinya madrasah Mambaul Ma'arif di tahun 1996, ka...